Home / Uncategorized / Aksi Menteri PUPR Pegang Kamera Sampai Ngemper di Aspal

Aksi Menteri PUPR Pegang Kamera Sampai Ngemper di Aspal

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono beserta istri mendampingi Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo yang memimpin Karnaval Kemerdekaan Pesona Parahyangan yang digelar di Kota Bandung.
Ini untuk menghadiri sekaligus mengawali Karnaval Kemerdekaan Pesona Parahyangan 2017 yang mengangkat tema "Nyalakan Api Semangat Kerja Bersama" sebagai bagian dari rangkaian kegiatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72.
Turut hadir diantaranya Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Walikota Bandung Ridwan Kamil.
Rombongan Presiden termasuk Basuki tampak kompak mengenakan pakaian adat sunda pada hari tersebut. Dari Gedung Sate, rombongan bergerak menuju Taman Vanda dengan menggunakan kendaraan hias.
Di tengah kemeriahan acara, tampak hal menarik. Di mana Basuki dengan kameranya tampak sibuk memotret untuk mendokumentasikan berbagai atraksi selama karnaval berlangsung. Sesekali Basuki melempar senyum dan melambaikan tangannya, sekaligus memperlihatkan semangatnya pada publik. Ia bahkan rela duduk di aspal sebelum pengambilan gambar.
Ternyata selain piawai bermain drum, Basuki juga memiliki hobi fotografi. Terlihat dari beberapa kesempatan kunjungan kerja di mana Basuki kerap membawa kamera dan perlengkapannya.
Karnaval yang dimeriahkan oleh berbagai komunitas, tidak hanya berasal dari Kota Bandung dan Jawa Barat, tetapi juga datang dari kota-kota yang sering mengadakan festival tingkat Internasional, seperti Jember Fashion Carnaval, Solo Batik Carnaval, dan Tomohon International Flower Festival.
Rute lintasan Karnaval Festival Kemerdekaan berawal dari Gedung Sate lalu mengarah ke Jalan Ir. Juanda, kemudian berlanjut ke kawasan Jalan Merdeka, dan dilanjutkan ke Taman Vanda. Setelah itu konvoi dilanjutkan ke arah Jalan Lembong lalu menuju Museum KAA dan berakhir di Museum Konferensi Asia Afrika (KAA) di Jalan Asia Afrika.
Gedung Sate sendiri pada masa kemerdekaan RI merupakan kantor Kementerian PUPR yang dahulu bernama Departemen Perhubungan dan Pekerjaan Umum yang berada di Jl. Diponegoro No.22 Bandung. Gedung Sate menjadi saksi sejarah perlawanan gigih para pejuang tersebut terhadap penjajahan Belanda bersama Sekutu. Kala itu sebanyak tujuh pegawai Departemen Perhubungan dan Pekerjaan Umum gugur dalam mempertahankan gedung tersebut dari serbuan tentara Sekutu/Belanda. [detik.com]

About admin

Check Also

Menteri Pertanian: Kita Bisa Beri Makan Penduduk Kita Tanpa Impor

Menteri Pertanian Andi Amaran Sulaiman mengatakan, saat ini Indonesia tidak perlu lagi melakukan impor pangan dari luar. Karena produksi pertanian bisa mencukupi kebutuhan dalam negeri.Hal tersebut disampaikannya dalam pembukaan Hari Pangan Sedunia (HPN) ke-37 yang dipusatkan di Markas Kodam XII Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (19/10/2017)."Hari ini kita merasa bahagia, berbeda dengan sebelumnya. Khusus untuk Indonesia, kita telah menunjukkan kepada dunia bahwa kita bisa memberikan makan kepada penduduk kita sendiri tanpa impor," ujar Amran.Saat ini, sambung Amran, Indonesia sudah tidak lagi melakukan impor beras. Bahkan, Indonesia juga sudah mempersiapkan untuk melakukan ekspor ke luar negeri."Sekarang kita tidak impor lagi beras, tidak impor lagi jagung. Dulu kita impor 3,6 juta ton, sekarang hari ini kita tidak impor lagi bahkan persiapan ekspor," ungkap Amran.Selain persiapan ekspor beras, Indonesia mengekspor beberapa komoditas. Bahkan, dalam pertemuan Menteri Pertanian se-Asia beberapa waktu lalu, tiga menteri pertanian dari berbagai negara akan datang ke Indonesia."Bulan lalu empat atau lima menteri dari negara lain, bahkan salah satunya ada wakil perdana menteri datang dan mereka mengatakan langsung ingin berguru. Apa yang dilakukan Indonesia sehingga bisa stop impor jagung 3,6 juta ton, nilainya kurang lebih Rp 10 triliun," papar Amran.Keberhasilan Indonesia dalam bidang pertanian menurut Arman tak lepas dari pembenahan regulasi dan perubahan total terhadap regulasi yang menghambat sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo.Pemerintah, dalam bidang pertanian mempermudah masuknya investor serta memberikan garansi cepatnya pemberian izin."Kita memperbaiki regulasi selama ini. Dulu, semuanya tender. Benih tender, pupuk tender, padahal APBN turun itu pada bulan Januari bersamaan dengan musim hujan," ucapnya. [kompas.com]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *